LAPORAN PANDANGAN MATA
“TEMU CORPS MENWA YON-I MAHAWARMAN”
Selabintana-Sukabumi
Sabtu-Minggu, 26-27 Januari 2008
______________________________________________________________________________________
Prolog
Puji Syukur dipanjatkan kehadirat Allah Yang Maha Kuasa, Yang Maha Rahman dan Maha Rahim, yang selalu memberikan rakhmat dan karunia, membimbing dan melindungi kita, acara Temu Corps tersebut berlangsung dengan aman dan nyaman serta zero accident, full of silaturrahmi, tercatat dalam buku tamu 143 Ekek (Alumni +Aktif) yang hadir beserta keluarga yang diperkirakan semuanya mencapai sekitar 350 orang, berkumpul disatu tempat, fantastic, menakjubkan, larut dalam kegembiraan, pikiran menerawang kembali kezaman tempo doeloe .. lalu tertawa, ngakak dan ngikik .. sungguh langka kesempatan ini.
Tanpa mengurangi rasa hormat dan salut terhadap kontribusi dari anggota panitia dan peserta, 2 jempol pantas diacungin buat Ahya (18-Komandan), Esthi (19-Wakil Komandan), Indra (16-Bendahara), Maria (20-Bendahara), Budi Nirwanto (13-Pendaftaran), Samsi (19-Pengaturan Ruangan), Nining (23-Konsumsi), Syafril (12-Informasi), Asep (19-Humas) dan Mas Susilo (7-Pembina + Pengarah Aktif), Tim Lapangan dibawah komando Komando Kang Djandjan (07) didukung oleh Bambang “Sentot” Prihandono (13) dan Wayan Yose (19) serta dedikasi penuh disegala bidang dari puluhan Ekek aktif beserta Dan Yon baru (Anggun-39).
Ketika rapat terakhir di Gatra, pada hari H-4, kondisi cash-flow yang masih minus, penfaftaran peserta yang sangat “dinamis” dalam perubahan, ketersediaan kamar yang kritis, round-down acara yang belum final dan setumpuk masalah yang perlu terus-menerus untuk diselesaikan, sungguh membuat kepala pusing, sungguh membuat tidur tak nyenyak.
Alhamdulillah, Sang Pencipta selalu memberikan kelapangan dari waktu-kewaktu, sejumlah donator berpartisipasi, sejumlah anggota ikut aktif urun-rembug, dinamika saran-komentar-kritikan-pendaftaran di milis yang mencapai ~ 150 email perhari sungguh membuat semangat juang panitia tetap terjaga penuh, semakin dekat kehari H semakin nyaman, persiapan dan penyempurnaan acara semakin ditingkatkan walaupun fisik dan stamina semakin terkuras .. tapi wajah dan mata semakin cerah dan bersinar.
Walaupun kehilangan acara TV diakhir minggu, final tunggal putra-putri Australia Terbuka 2008 serta pertandingan tinju Chris John, namun bisa ditutupi dengan kebahagiaan dan kesan yang mendalam yang didapat selama mengikuti Temu Corps ini.
Sabtu, 26 Januari 2008
Saya dan keluarga, yang setelah seharian penuh (Jum’at) masak rendang dan dendeng balado, berangkat dari rumah pukul 07.00 dan sampai di Selabintana pukul 09.30, sekitar 2.5 jam dalam perjalanan yang kurang nyaman, macet dimana-mana .. sebagai tamu pertama yang mendaftar, saya cukup puas menyaksikan kesiapan penuh dari anggota panitia yang sudah datang sejak Kamis dan Jum,at, saya dilayani dengan sopan dan senyum manis oleh para Ekek Aktif yang selalu berseri, semuanya berjalan lancar, pembagian kamar juga sudah tertata apik, lalu ketika tiba di meja Merchandise … woooow, bermacam barang pajangan dengan desain yang sagat menarik ada disana, mulai dari Kaos (Dewasa dan Anak2), Topi, Mug, Pin, Kalender, Payung … sungguh menarik, terima kasih Kang Djandjan (07) atas semua upaya dan kreasi yang tak habis-habisnya, laris-manis tentunya, dalam hati saya bilang bahwa wujud fisik dari merchandise ini merupakan pertanda baik bagi kesuksesan acara Temu Corps ini, bisa meningkatkan sense of belonging peserta, sungguh indah ..
Ada ruang sekretariat yang memang dari sononya selalu bernasib berantakan dengan berbagai barang, ada ruang rapat Melati dibawahnya yang sudah tertata apik untuk diskusi, diatas ruang pendaftaran ada ruang temu-ramah juga sudah rapih dan siap digunakan untuk acara malam ramah-tamah dan hiburan, dan dilapangan luar sudah berdiri 2 tenda peleton dan banner, sungguh semuanya meningkatkan semangat.
Menjelang makan siang, satu-persatu anggota dan keluarga datang, puncaknya ketika Bus Big Bird datang, puluhan Old Ekek Angkatan 1,2,3, 4 dst .. muncul dari pintu bus, sangat rame, heboh, memang kali ini beliau-beliau itu (alumni menwa dan menwi) yang medominasi kepesertaan, terutama Angkatan-4 .. sepertinya acara ini sangat dinanti-nanti, suasana silaturrahmi sangat kental, akrab dengan ngomong loe-gue sesama mereka, rasa kebanggaan angkatan terlihat jelas, dan … diatas segalanya rasa memiliki Ekek terasa tidak pernah memudar, sungguh saya (yang hadir pertama kali diacara ini) jadi sangat terharu, beliau-beliau itu contoh perwujudan nyata bagi anggota senior, junior dan aktif lainnya bahwa semangat sense of belonging itu selalu ada dihati, beliau akrab dan ramah ketika disapa dan diajak berbincang-bincang, sure … old ekek never die and never crack under pressure.
Pak Tjarda (02) dan Ibu Endang (04) tersenyum simpul dan merasa bangga ketika saya sampaikan bahwa gaya hidup beliau (nikah antar anggota) banyak diikuti oleh anggota sesudahnya, termasuk Komandan Panitia Ahya (18) dengan Wakil Komandan Esthi (19). Suasana sore dan malam hari di Posko Yon-I dulu memang romantis membuat banyak anggota yang berikrar untuk hidup bersama, disamping itu pacaran se-unit itu termasuk usaha yang bersifat “pahe=paket hemat”, Pak Tjarda dan Ibu Endang tersipu-sipu.
Gembira sekaligus kaget, ketika saya melihat kehadiran Pak Luluk Sumiarso (07) yang Dirjen di ESDM, dekat meja pendaftaran beliau sempat bilang “Saya hanya punya waktu sampai sore ini dan harus kembali ke Jakarta, tapi kesempatan untuk kumpul-kumpul seperti ini sayang sekali untuk dilewatkan, sukses buat panitia yaa” Tengkyu pak.
Sulit untuk dibayangkan tapi ini sungguh sebuah kenyataan ketika semuanya berkumpul mulai dari Ekek-1/1961 (Pak Haryono, Pak Soekirno) sampai Ekek Termuda 41/2007, ada perbedaan 40 angkatan dalam rentang waktu 46 tahun, aktualisasi sebuah perjalanan sejarah.
Makan siang sekaligus Ramah-Tamah Tahap-1 selesai, jam 14.00 WIB acara dilanjut dengan pameran foto, puluhan foto lama dalam ukuran besar terpajang rapih, disamping senang melihat foto-foto lama, ada juga yang menitikkan air mata, entah karena alasan apa .. tapi itu merupakan sebuah respon yang sangat manusiawi apabila diingatkan kembali kepada masa lalu. Dilapangan hijau yang luas dan apik, dalam kondisi cuaca cerah dan sejuk, sementara acara aneka lomba gembira buat anak-anak berlangsung, lalu ada pertandingan tarik-tambang yang seru antara Old Ekek vs Young Ekek, terbentuklah beberapa kelompok ngobrol-ngobrol, nostalgia dan Ramah-Tamah Tahap-2, penuh gelak-tawa, foto sana-foto sini. Tengkyu berat buat Bimo (28) atas sumbangan minuman Green Sand (yang zero alcohol) dalam jumlah yang sangat lumayan.
Menjelang jam 15.00 WIB, peserta berkumpul diruang Melati untuk diskusi Corps Menwa Yon-1, penuh atensi dari peserta, ruangan menjadi penuh .. mungkin ini juga merupakan acara Ramah-Tamah Tahap-3, kumpul-kumpul setiap saat dimana saja, acara dipandu oleh Mas Susilo (07), Ahya (18), Oetomo (24), Bimo (28), Anggun (Dan Yon) dan Enrico (Ekek Aktif) .. Dalam dikusi, ada kalimat yang menarik dari Pak Budiono Kartohadiprodjo (03) “Menjadi orang baik itu mudah, yang sulit adalah menjadi orang yang bermanfaat”, setuju banget pak ..logikanya, menjadi orang jahat tentu sangat mudah.
Diskusi ini bertujuan untuk Revitalisasi Yon-1 dimasa depan, dalam kondisi sekarang ini yang berada dibawah garis kemapanan, kurang perhatian dari ITB, termasuk tidak dapat bantuan anggaran tahunan, banyak kritikan dan sorotan negative dari warga ITB (mahasiswa dan dosen), kekurangan anggaran rutin dan biaya diksar, dsb. Trenyuh sekali rasanya ketika mengetahui bahwa animo mahasiswa/wi untuk mengikuti Diksar sangat menurun mulai dari tahun reformasi 1998 (7 orang), 1999 (7) bersamaan dengan dihentikannya Dana Bantuan Tahunan dari ITB, 2000 (7) bersamaan dengan Pencabutan SKB yang membuat kondisi makin parah, 2001 (5), 2002 (3), 2003 (3) .. sedih rek. Mulai tahun 2004, setelah program rebuilding corps dijalankan, maka peserta Diksar mencapai rata-rata 20an sd 30an setahun, itupun dengan sumber biaya dari “Saweran” dan peserta Diksar mendapat banyak peralatan latihan gratis. You know, sekarang ini jumlah Ekek Aktif terdaftar hanya 70 orang, yang aktif dikegiatan sekitar 40an. Padahal dizaman jayanya tahun 1960an satu kali Diksar pernah mencapai 3 Kompi atau sekitar 300an.
Diskusi yang berakhir pada jam 17.00 WIB mendapat banyak masukan positif dari peserta, yang kemudian dirangkum dalam suatu kesepakatan bersama yang diberi nama PRAKARSA SELABINTANA.
Menjelang akhir diskusi, hujan turun cukup deras, peserta pada gelisah dan bertanya .. Gimana nih rencana api unggun, renungan dan doa nanti malam ?? Dengan tenang Komandan Ahya menjawab .. kita sudah bekerjasama dengan pihak lain (pawing hujan) dalam melakukan sebuah upaya, mudah2an everything going well .. Dan memang, believe it or not, mulai jam 18.00 sampai besok siangnya .. langit bersih dan udara cerah, serta hujan pergi entah kemana.
Jam 19.00 WIB, ruang makan mulai dipenuhi anggota, makan malam sambil Ramah-Tamah Tahap-4, menu makanan cukup enak dan dalam jumlah yang sangat cukup, tengkyu berat buat Nining (23-Seksi Konsumsi) yang selalu berpikir dan bekerja keras untuk menjaga kestabilan urusan yang sangat pokok ini, suasana makan yang rame mirip pasar malam, stabil dengan kicauan suara dan kehebohan disana-sini. Selesai makan malam jam 19.45 WIB, acara pindah keruang atas, malam Ramah-Tamah-5 dan hiburan ..
Dimulai dengan sepatah kata Komandan Panitia dan memperkenalkan Anggota Panitia, ada Slide-show yang dipandu oleh Pak Tutun (03), ada hiburan dari Orgen Tunggal dan Penyanyi Lokal, serta lomba nyanyi antar angkatan yang dipandu olek Pak Sakti Tamat (03) yang ternyata juga seorang penyanyi tangguh, Pak Ichjar (02) yang kelihatan gagah Juara I Pria Senior, suara dan akting yang sangat mantap, seharusnya beliau dulu memiilih karir jadi penyanyi, lalu ada Esthi (19) sebagai Juara I Wanita Senior .. wanita yang memiliki berbagai kemampuan mengagumkan ..
Sebagai hasil diskusi disore hari, maka malam itu PRAKARSA SELABINTANA ditanda-tangani oleh para DanYon, Alumni Senior dan Pengurus, sebagai pedoman revitalisasi Yon-1 dimasa depan, ringkasannya kira-kira : Program jangka pendek dan panjang dibuat oleh Ekek Aktif dibimbing oleh Senior kemudian disosialisasikan kepada Anggota, kepada ITB dan kepada Pihak Terkait lainnya untuk mendapat dukungan moril dan materil
Pukul 22.15 WIB, peserta pindah kelapangan hijau terbuka, mengikuti acara Api Unggun, Renungan dan Doa, dalam kondisi langit cerah dan udara yang hangat tanpa embun, dibawah tenda disana sudah tersaji sejumlah cemilan lokal (ubi goreng, kacang rebus, bandrek, bajigur, dll.) serta top menu berupa 3 ekor kambing guling, 10 kg ikan mas bakar, rendang, dendeng balado, lontong dan nasi putih .. Saya sebagai supervisor konsumsi bersama Nining (panitia pelaksana) awalnya merasa sangat khawatir dengan jumlah konsumsi yang banyak pada acara ini, padahal jam 19.45 baru selesai makan malam .. apa yang terjadi ??
Suasana hati yang damai, pikiran yang terbuka serta udara yang sejuk membuat perut cepat lapar .. 3 ekor kambing guling beserta 10 kg ikan mas bakar hanya tinggal tulang-tulangnya, rendang dan dendeng balado nyaris ludes, apalagi bajigur dan bandrek, yang tersisa .. hanya cemilan lokal serta jagung baker, mungkin karena sudah terlalu kenyang.
Cukup mengagetkan, daging kambing guling yang “sedikit berbahaya” terutama bagi kelompok over seket (50 tahun keatas) ternyata sangat dinikmati oleh peserta senior .. mudah-mudahan ini sebuah pertanda kesehatan yang prima.
Ketika api unggun sedang menyala, dikelilingi ratusan peserta, Pak Edhi (02) memimpin Renungan dan Doa, dalam suasana yang sakral dan emosional, beliau menyampaikan puji syukur kehadirat Allah YMK, atas segala rakhmat dan karunia yang telah kita terima, memohon kepadaNYA agar diberikan kelapangan dan kemudahan kepada teman-teman kita yang sudah menghadap lebih dulu, renungan yang khidmat dan mengesankan. Api unggun memang dekat dengan keheningan dan alam, dekat dengan kerendahan hati, dan dekat dengan ketenangan serta kedamaian .. Malam itu sudah ada peserta yang pulang, people come and go, sesuai dengan ketersediaan waktu masing-masing, dengan membawa refreshing kenangan Yon-1 yang tetap terukir dihati dan lengket dikepala.
Hanya jagung bakar yang nasibnya kurang beruntung dan kurang peminat, 3 karung jagung yang telah disiapkan terpaksa menganggur didalam Tenda Peleton yang juga kosong, ada kelompok yang masih berdiskusi ditemani jagung baker, begitu juga dengan hasrat hati saya yang tadinya ingin tidur di Tenda Peleton terpaksa dibatalkan .. menjelang pukul 00.30 WIB, tidak ada orang yang tidur disana, pada kemana mereka … emangnya gue ingin tidur sendirian ditemanin jurig ??
Memang ada 2 tenda kecil disana yang dibawa peserta karena anak-anak mereka ingin sekalian berkemah. Saya terpaksa come back ke kamar hotel bergabung bersama Istri dan Anak. Tidur sekitar 4 jam, waktu terasa sangat cepat, mau mandi .. ?? Saya ingat emailnya Maria (20) yang kenyataannya benar, kalau water heater hotel Selabintana kurang handal, pagi itu terpaksa mandi dengan air dingin .. weeeeee, dinginnya mak …apa boleh buat acara mandi must go on, sebagai anggota corps menwa tidak boleh cengeng dan mudah mengeluh ..
Minggu, 27 Januari 2008
Jam 06.00 WIB ada informasi melalui pengeras suara, ada senam pagi dilapangan, cukup banyak pesertanya dengan semangat penuh, padahal tidurnya sudah larut malam .. saya terpaksa tidak ikut karena harus bantu Nining (09) mengatur makan pagi dengan pihak Hotel, ada nasi goreng, telor matasapi, ayam goreng, acar dan kerupuk udang, lalu .. Rendang dan Dendeng Balado (Hijau dan Merah) plus air putih, air jeruk, kopi dan The Panas, sebuah menu makan pagi yang sangat lumayan, pagi itu sejumlah peserta masih berdatangan untuk mengikuti acara yang tersisa.
Rencana trekking ke Curug Cibeureum terpaksa dibatalkan mendadak, karena malamnya ada informasi dari yang punya gawe (Kang Djandjan/07) bahwa sebagian rute trekking “longsor atau terkena longsoran”. However, no problem at all, cadangan acara teawalk didalam area kebun teh juga sangat menarik walaupun cukup melelahkan, ada sekitar 45 menit mengikuti jalan menanjak ~ 10o dijalan berbatu campur tanah dan rumput, dengkul terasa mau copot, tapi selalu ada semangat pantang menyerah, selain malu dengan Angkatan Senior yang tetap kelihatan fit dan tanpa masalah, juga malu kepada anak-anak yang kelihatan ceria, full of keringat dan ngos-ngosan tentunya, lalu .. ada persimpangan jalan, yang satunya masih lurus dan menanjak, sedangkan satunya lagi belok kiri menurun .. plong, rutenya ternyata mengikut jalan menurun selama 15 menit sebelum istirahat di Pondok Halimun dipinggir Kali Age .. alamak, air sungai yang dingin dan jernih, sangat segar pencuci muka dan keringat, suasana pegunungan yang hijau segar, ada green-sand kiriman Bima (28) yang juga tak kalah segar dan kotak snack yang jadi lebih enak, sungguh sebuah kenikmatan alamiah yang optimal mengikuti rute teawalk hasil desain Kang Djandjan (07) yang more than enough.. tengkyu pisan atuh akang.
Masih diperlukan sekitar 30 menit lagi menuju Hotel, melangkah dijalan setapak dilingkungan alam yang indah, nyaman karena tidak ada lagi tanjakan, perlu sedikit hati-hati agar tidak terpeleset dijalan tanah dan rumput yang cukup sempit dan licin .. sampai dihalaman belakang hotel, full of keringat. Ada anekdot dalam perjalanan ini, ketika kita lagi ngos-ngosan berjalan, seorang tukang baso dengan pikulan lengkapnya datang dari arah yang berlawanan, kita menurun dia mendaki .. dia tidak terlihat capek.
Dibelakang hotel, arena flying fox sudah siap, sekali terjun Rp. 10 ribu, cukup banyak penggemar dari anggota dan keluarga, termasuk Mas Hardjono (08) yang aslinya anggota penerjun bebas, kali ini dengan laporan lengkap mengawali peluncuran .. Lapor, Nama Hardjono Setiabudi, Nrp A-720024 siap untuk meluncur .. sekedar mengenang kembali kegiatan turun-tali dimasa lalu, ada suara lembut nyanyian dari Pak Yunus Situmorang (05) walaupun tidak didampingi Orgen. Sudah mendekati jam 11.00 WIB, ketika acara pagi itu ditutup dengan foto antar Angkatan, sebuah kenang-kenangan yang mahal tentunya, lalu pada beres-beres barang dikamar hotel, kemudian kembali berkumpul diruang makan siang ..
Saya dan nyonya merasa sangat berbahagia karena 6 box tupper ware yang berisi rendang dan dendeng hanya tersisa kotaknya untuk dibawa pulang, sedangkan 10 kg ikan mas bakar sudah ludes tadi malam, mudah-mudahan enak dan bermanfaat bagi semua peserta yang mencicipi. Juga sekalian buat uji coba, mana tahu bisa diandalkan pada masa pension nantinya.
Diruang makan, sejumlah merchandise tetap laris-manis, memang barang bagus sih … buat anggota Corps yang tidak berkesempatan datang, saya mendukung sekali jika anda mengoleksi sekaligus memakai merchandise yang sangat cihui tersebut, silahkan paksa Panitia untuk mengirimkan barang tersebut ketempat anda, setelah dibayar lunas tentunya. Waktu berjalan terasa sangat cepat, selesai makan siang, peserta pamit satu-persatu, pulang ketempat masing-masing membawa sejuta kenangan, sejuta kebahagiaan, semangat corps terasa sudah discharge lagi, badan boleh capek tapi hati dan pikiran terasa lapang dan nyaman .. Yaa Tuhan, betapa besar nikmat yang telah kau berikan pada kami.
Ada yang sangat menonjol dan terjaga dari peserta selama pelaksanaan kegiatan ini … disiplin waktu, disiplin acara, jarang mengeluh dan jarang protes serta penuh pengertian, selalu berbagi tugas dan kerja, tetapi tetap akrab dan ramah walaupun berbeda angkatan, satu peninggalan yang baik dari sebuah latihan militer. Khusus untuk Old Ekek (1 sd 4) yang umumnya memakai pakaian militer, hijau maupun loreng, terasa ada kebanggaan, yang ibu-ibu terlihat modis dan selalu gembira. Istri saya bilang, 10 tahun lagi papa juga seperti mereka itu, saya hanya menjawab .. Insyaallah.
Dilain pihak saya agak kaget plus kecewa ketika melihat seragam PDL Ekek Aktif, persis seperti pakaian anggota TNI AD tanpa pangkat, dulu .. dikrah baju PDL kita ada bordiran/tempelan tanda senioritas, silangan pena dan bedil serta garis merah/kuning/putih dikedua pinggirnya, .. Lebih sedih lagi melihat PDL DanYon (Anggun/39), didada kiri tidak ada emblim komandan (dulu warnanya kuning emas), dari seluruh PDL Ekek Aktif yang hadir, tidak ada satupun terlihat tanda wing didada, seperti wing terjun, menembak, dll .. apakah karena tidak punya kesempatan, atau tidak ada biaya, atau karena hal lain .. ?? Beda banget dengan sejumlah wing yang tersusun rapih dan gagah diseragam Pak Iwan Z.G. (05) atau Pak Aden (04) dizaman dulu.
Selama 2 hari tersebut saya bertemu lagi dengan teman lama, wajah-wajah yang sangat saya kenal sekitar 30 tahun yang lalu, sungguh membahagiakan .. antara lain Pak Aden (04), Kang Iftikar (08), Mas Hardjono (08), Kang Eddy V.D (08), Kang Iwan (09), Kang Dani (09), Kang Herman Sinsar (09), Bang Adamsyah (09), Uda Yos Rizal (09), Mas Wachju D (10) , Mas Anggit (10), Wiryawan (11, datang dari Tanjung Enim), Dudi Setiabudi (11), Trijoko (11, datang dari Yogyakarta), Tiena (11), dll. … masih ada keinginan yang belum kesampaian untuk bertemu dengan Pak Iwan Z.G. (05) dan Vera (11), Pak Priyo (08), Pak Krishna (08), Mbak Tya yang cakep (08), Kang Dadan (09), Uda Eddy Z.G (09), Uda Gustaf Ocim (09), Kang Samud (09), Mas Alex (10), Mbak Anna (10), Abadi (11), dll … mudah-mudahan pada kesempatan yang akan datang.
However, for sure .. saya merasa sangat beruntung dan makin kaya batin, baru nongol dimilis bulan September 2007, langsung larut dalam hangar-bingar HANATA-IV, makin banyak kenal wajah dan akrab dengan para senior dan yunior, rasanya dunia jadi lebih lapang dan lebih indah. Tapi, kok selalu terasa ada yang masih kurang .. Saya ingin punya Kartu Tanda Anggota Corps Elektronik, saya ingin punya Jaket Loreng Corps, yang didisain khusus buat semua anggota corps (yang berminat tentunya), karena saat ini tidak satupun ada tanda pengenal diri bahwa saya itu adalah Anggota Corps Yon-1, rasanya perlu kita pikirkan bersama untuk diwujudkan, ada komentar/saran .. ??
Menjelang pulang ke Bogor, salam-salaman sesama Panitia, ada ide dari Mas Susilo (07), Temu Corps selanjutnya ada baiknya dilaksanakan dipinggir pantai, seperti pantai Carita ? Menarik juga tuh sebagai wacana sangat awal. Sementara didalam ransel saya sudah menumpuk sekitar 75 lembar Data Isian Anggota untuk diproses, alahmdulillah .. ada kerjaan buat akhir minggu.
Akhirulkalam, kalau ada yang kurang dalam laporan ini, mohon teman-teman yang hadir untuk melengkapi. Kalau ada kata2 yang keliru .. maafkan saya dengan sepenuh hati yaa.
wassalam
irzalsulaini SI76
Ekek XI/A-760026
Tentang FOTO :
Walaupun saya bisa mengambil foto sekitar 100 anggota (untuk persiapan Direktori Yon-1), saya tetap merasa bersedih karena tidak bisa mengambil semuanya, padahal ini kesempatan yang sangat baik, kemampuan digital camera saya memang segitu, sayangnya tidak bisa dikosongkan karena tidak ada fasilitas internet di Selabintana, saya juga ragu untuk nyimpan file foto di lap-top panitia ..
Saya sangat berharap bisa dapat share foto dari Beta (Ekek 30) yang aktif ngambil foto atau teman-teman yang ngambil foto, nanti hasil fotonya bisa di crops. Bagi teman-teman yang ngambil foto acara demi acara silahkan dirilis dimilis.